Hilang Jejak
Diantara kehilangan, waktu itu yang paling memilukan.
Menggeser tikus kecil ini dan mencoba mencari jejaknya.
Menyusuri tiap laman di benda itu.
Aku tak temukan jejaknya. Aku tak temukan arah ia pergi.
Aku tak temukan, bahkan sisa-sisa baunya.
Apa dosanya? Apa hal yang membuat malu itu?
Pada diri ini, seharusnya tak perlu begitu.
Diri yang sanggup menerima dengan lapang semua keputusan yang menjadi urusannya dengan tuhan.
Aku, hanya memberikan jalan, jalan yang lapang dan aman.
Namun jika dirasa jalannya lebih demikian, maka kupersilahkan.
Pada waktu berikutnya, aku mampu lupa.
Pada waktu setelahnya, saat semua obrolan dengannya nyata berguna.
Aku tersentak, kasetku mengulang kebelakang.
Sayup kudengar lagi lagu indah itu.
Nyanyian paling jujur darinya, dan pengakuan paling terbuka.
Sayangnya tak berlangsung lama,
Duniaku kembali pada porosnya.
Aku yang beridiri diwaktu sekarang.
Aku, yang tanpanya.
Rumahku, 10/11/2022
Sheyori
Tidak ada komentar:
Posting Komentar